Skip to main content

86 Jamaah Haji Dirawat di KKHI Makkah, 52 Jamaah Meninggal

foto mch2019
BRNews.id - Berdasarkan data kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia, tercatat saat ini terdapat 52 orang wafat dan 86 jamaah masih berada dalam perawatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah.


Adapun jumlah jamaah yang wafat di tanah suci bertambah menjadi 52 orang. Berikut rinciannya:
  1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, wafat pada 8 Juli 2019 di RSAS Madinah;



  • Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, wafat pada 8 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah;
  • Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, wafat pada 9 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, wafat pada 11 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, wafat pada 12 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah;
  • Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, wafat pada 15 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 001), usia 53 tahun, wafat pada 17 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Rabiun bin Daliman Arsyad (LOP 006), usia 54 tahun, wafat pada 18 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Supardjo bun Rata Ilyas (JKS 041), usia 76 tahun, wafat pada 20 Juli 2019 di pesawat menuju Bandara Jeddah;
  • Ahmad Dimyati bin KH Ruhbi (JKS 018), usia 56 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Makkah;
  • Sapan bin Tumanga Loga (UPG 014), usia 69 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Makkah;
  • Nasikin bin Sinwan Abdul Salam (SOC 040), usia 63 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Madinah;
  • Muh. Rum bin Rasim Batubara (MES 005), usia 65 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Madinah;
  • Hamna binti Nawi Finan (JKG 011), usia 69 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  • Suhari Abu Bin Subari (PDG 014), usia 88 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  • Sirojudin bin Hasan Hamidah (LOP 002), usia 79 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah;
  • Sutrisno bin Suratman Ahmad (SOC 043), usia 54 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah;
  • Rahamat bin Noyan Nasution (MES 006), usia 65 tahun, wafat pada 24 Juli 2019 di Pemondokan Madinah;
  • Tatik Rahayu Maskat (SOC 59), usia 54 tahun, wafat 25 Juli 2019 di Masjid Makkah;
  • Fatma Thalib Arilaha (UPG 7), usia 71 tahun, wafat 25 Juli 2019 di RSAS Makkah;
  • Amin Sutikno Ahmad Karjo (SUB 02), usia 76 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Madinah;
  • Saleh Saelani Karnadi (SUB 22), usia 84 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah;
  • Odah Juhe Juhanta (JKS 03), usia 75 tahun, wafat 26 Juli 2019, di Pemondokan Makkah;
  • Saniah Sarkosi Atma (JKS 64), usia 68 tahun, wafat 27 Juli 2019 di pesawat yang mendarat pada bandara Jeddah.
  • Jamaluddin Bandarik Abdullah (MES 02), usia 72 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Siti Salma Husein Lamonjong (BPN 07), usia 89 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Enny Djatmiko Siswomihardjo (SOC 68), usia 76 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Nurbia Melek Tatu (BPN 08), usia 61 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Pemondokan Makkah,
  • Isah Oti Sana (JKS 40), usia 66 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Perjalanan Makkah,
  • Marhan Ali Telano (UPG 23), usia 63 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Naser Rajab Husen (UPG 09), usia 79 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Madinah,
  • Supiyah Ridwan K. (SUB 03), usia 77 tahun, wafat 29 Juli 2019, di Pemondokan Makkah,
  • Paiman Djoyo Wiyono (SOC 01), usia 57 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Mohammad Nurul Huda (SUB 38), usia 53 tahun, wafat 29 Juli 2019, di Masjid Makkah,
  • Mainah Usman Tinggal (JKS 19), usia 65 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Madinah,
  • Tarmad Tohir Asari (JKS 64), usia 79 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Layong Kara Ayub (PDG 16), usia 73 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Muhammad Ismail Slamet (SOC 26), usia 46 tahun, wafat 30 Juli 2019, di Pemondokan Makkah,
  • Hasan Husin Syamsuddin (PLM 17), usia 75 tahun, wafat 30 Juli 2019, di Pemondokan Makkah,
  • Ramiyem Saeran Toirono (JKG 21), usia 79 tahun, wafat 30 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Ermadi Setia Umbara (JKS 52), usia 73 tahun, wafat 30 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Siti Aminah Takrip Abu (SUB 63), usia 69 tahun, wafat 31 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Muslimin Musthofa Sholha (BTH 21), usia 73 tahun, wafat 31 Juli 2019, di RSAS Makkah,
  • Mesilah Mohammad Sholikhin (SUB 5), usia 81 tahun, wafat 1 Agustus 2019, di Pemondokan Makkah,




  • Poniman Bin Mat Rahim Afdullah (BTH 17), usia 61 tahun, wafat 1 Agustus 2019, di RSAS Makkah,
  • Suhani Suaib Niun (JKS 19), usia 79 tahun, wafat 1 Agustus 2019, di RSAS Makkah,
  • Suyadi Djoparto Wariyo (SUB 40), usia 70 tahun, wafat 1 Agustus 2019, di RSAS Madinah,
  • Saepudin Juhri Sukarja (JKS 47), usia 54 tahun, wafat 2 Agustus 2019, di RSAS Makkah,
  • Maisaro Akib Abdul Gani (PLM 17), usia 57 tahun, wafat 2 Agustus 2019, di RSAS Makkah.
  • Kasman Muksin Yunus (UPG 09), usia 56 tahun, wafat 2 Agustus 2019, di Pemondokan Makkah,
  • Satari Saroji Sangid (BTH 16), usia 82 tahun, wafat 2 Agustus 2019, di RSAS Pemondokan Makkah, dan
  • Yameni Madeki Darimo (SUB 21), usia 65 tahun, wafat 2 Agustus 2019, di RSAS Makkah.(mch/ulul).
  • Comments

    ARTIKEL POPULER

    Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Agama Islam

    BRNews - Kementerian Agama Kabupaten Pati melalui Seksi Bimas Islam melaksanakan pembinaan kepada Penyuluh Agama Islam non PNS tahun 2017 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Senin kemarin (24/7/2017).

    Rumah Zakat Inisiasi Program Sedekah Jelantah untuk Pemberdayaan Lansia



    Rumah Zakat menginisiasi Program Sedekah Jelantah untuk digunakan sebagai pemberdayaan kesehatan lansia di RW 19 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Setiap bulanya, para lansia mengumpulkan jelantah yang akan disedekahkan dan ditukar dengan pelayanan kesehatan.

    Jelantah yang dikumpulkan nantinya akan dijual ke bank jelantah untuk dijadikan biodiesel. Hasil dari penjualan tersebut akan dikumpulkan menjadi kas dan digunakan kembali untuk kegiatan sosial di wilayah RW 19.
    “Dengan menyetorkan minyak jelantah, penggunaan minyak bekas pakai tersebut menjadi berkurang. Selain itu juga pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari jelantah akan semakin berkurang,” ujar Relawan Rumah Zakat, Senin (2/12) dilansir website Prov. Jabar.

    Program Sedekah Jelantah membantu para Kader Posyandu untuk melakukan pengecekan kesehatan. Dengan adanya program tersebut, tingkat kedatangan lansia ke posyandu pun semakin meningkat.

    Selain itu, Rumah Zakat juga menyediakan Kartu Lansia Sehat. Hal t…

    Kelurahan Bengkalis Kota Dinobatkan Sebagai Model Kelurahan Sadar Kerukunan



    Kelurahan Bengkalis Kota dinobatkan sebagai model Kelurahan sadar kerukunan Kabupaten Bengkalis Tahun 2019.

    Peresmian tersebut dilakukan oleh Bupati Bengkalis di Wakili Asisten Administrasi Umum H Tengku Zainuddin pada Selasa lalu (3/12/19) dan ditandai penyerahan SK Penetapannya dari Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA Kepada Lurah Bengkalis Kota bertempat di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja di Laut Bengkalis.

    Bupati Bengkalis dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum mengatakan Program desa sadar kerukunan hadir sebagai bentuk realisasi cita-cita semua pihak yang menginginkan kehidupan antara sesama umat beragama tetap rukun, menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa, potret pemahaman masyarakat dalam komitmen bernegara, yang tidak hanya bersifat simbolik tetapi juga bersifat substansial.
    Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkalis H. M. Nurnawawi ketika di konfirmasi tim Inmas Kanwil …

    Ulama Afganistan Belajar Islam Indonesia, Pemuda Kita Belajar Perang ke Sana

    Sejumlah Ulama Afganistan pernah datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana negeri multi etnis ini menjaga kerukunan antar umat beragama. Maklum, Afganistan telah dilanda konflik horizontal yang berkepanjangan. Padahal, penduduk mereka relatif homogen,  tidak semajemuk Indonesia. Sementara itu, sebagian pemuda Indonesia justru belajar perang ke Afganistan. "Aneh, ada pemuda kita,  anak muda Indonesia ke Afganistan untuk belajar perang, lalu pulang ke Indonesia dan malah ngajarin indonesia perang," terang Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat bersilaturahim dengan MUI dan ASN Kanwil Kemenag Maluku di Ambon, Senin (25/11). Hadir, Kakanwil Kemenag Prov Maluku, Rektor IAIN Ambon, Rektor IAKN Ambon, Ketua MUI Provinsi Maluku, Ketua MUI Kota Ambon, ASN Kanwil Kemenag Maluku. Menurut Wamenag, fenomena ini harus diwaspadai. Apalagi, Indonesia tengah giat memasarkan pola keberagamaan yang moderat (wasathiyah) kepada dunia internasional agar benar-benar menjadi referensi b…

    180 Mahasiswa Ikuti Bimbingan Perkawinan yang Digelar Kemenag Cianjur



    Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin sampai dengan 50 angkatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur melalui Seksi Bimas Islam kini menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja Usia Nikah, yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 19-21 November 2019 di Hotel Delaga Biru, Pacet Cianjur.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 180 orang mahasiswa yang terbagi ke dalam tiga angkatan. Angkatan pertama terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Universitas Putra Indonesia dan Akademi Keperawatan Cianjur. Angkatan kedua terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Akademi Kebidanan, STIEMB Cabang Cianjur, dan STISNU Cianjur. Sedangkan angkatan ketiga terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Universitas Suryakancana dan STAIS Al-Azhari Cianjur.

    Kasi Bimas Islam Kemenag Cianjur, Asep Khaerul Mu'min dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran pemerintah untuk mewujudkan ketahanan keluarga, yang pada akhirnya berpengaruh kepada ke…

    Reuni 212, Menag: Silakan Saja, Tapi Jaga Ketertiban


    Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan dirinya mempersilakan kelompok massa menggelar Reuni 212. Pernyataan ini disampaikan Menag kepada media, menanggapi rencana adanya aksi massa Reuni 212 yang akan berlangsung di Monas, 2 Desember mendatang.
    “Kan sudah ditegaskan, bahwa itu hak semua orang. Silakan saja. Dia mengajukan, Polisi mengizinkan, silakan saja,” ujar Menag Fachrul, Kamis (28/11) dikutip situs Kemenag.
    Namun, Menag yang ditemui usai melaksanakan Rapat Kerja Pendahuluan Penetapan BPIH 1441H/2020M, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta mengingatkan agar peserta aksi diminta untuk selalu menjaga ketertiban serta menjaga hak pihak lain.
    “Kita pesannya, supaya jaga ketertiban. Semua punya hak, termasuk rakyat yang lain punya hak untuk tidak terganggu,” pesan Menag.
    Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. "Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-…

    Beri Rekomendasi Perpanjangan Izin, Menag: FPI Beda dengan HTI



    Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, pihaknya telah memeriksa dan memverifikasi ormas Front Pembela Islam (FPI) sebelum memberikan rekomendasi perpanjangan izin. Hasil verifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa FPI siap setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini lah yang membuat Kementerian Agama dapat memberikan rekomendasi perpanjangan izin tersebut.

    Hal ini disampaikan Fachrul, menjawab pertanyaan media tentang perbedaan perlakuan pemerintah terhadap FPI dibandingkan dengan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), usai Rapat  Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).
    “Kami sudah tanya ya. Mengapa masih menyebut (khilafah). Kemudian mereka menjelaskan, penjelasannya yang dimaksud lain dengan yang disampaikan HTI. Kemudian kami baca, ternyata setelah kami baca ya betul memang berbeda. Kemudian ok, kami beri (rekomendasi),” kata Fachrul dikutip situs resmi Kemenag RI.

    Fachrul pun menegaskan tidak akan mencabut rekomendasi yang telah …

    PBNU Sepakat Amandemen Terbatas UUD NRI 1945



    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai pemikiran dan sumbangsih kyai serta alim ulama dalam kehidupan kebangsaan kerap kali selalu lebih maju dibanding kalangan lainnya. Bisa dilihat dari hasil Musyawarah Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September 2012 lalu yang merekomendasikan Indonesia kembali ke sistem perwakilan dalam pemilihan pemimpin nasional dan daerah. Rekomendasi tersebut menyebutkan Presiden-Wakil Presiden dipilih oleh MPR RI, Gubernur-Wakil Gubernur melalui DPRD Provinsi, Bupati-Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten, dan Walikota-Wakil Walikota melalui DPRD Kota.

    "Disaat kini masyarakat mulai ramai membicarakan amandeman UUD NRI 1945, dengan berbagai saran dan masukannya, PBNU justru sejak tahun 2012 sudah bersuara. Sila ke-4 Pancasila yang berbunyi 'Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan' menjadi fokus utama mengembalikan pemilihan secara tidak langsung. …

    Quraish Shihab: Pilihlah Ustadz yang Tidak Memaki-maki



    Ulama kharismatik Prof.KH. Quraish Shihab menyatakan, kita harus memilih ustadz yang moderat (wasathiyah) agar tidak mendapatkan ceramah yang memaki-maki.

    Quraish Shihab menjelaskan hal yang menarik ketika ditanya seseorang terkait kriteria ustadz yang tepat untuk dijadikan panutan atau sebagai penceramah.

    “Abi, Bagaimana memilih ustadz yang tepat,” tanya seorang perempuan dalam acara Shihab & Shihab di Masjid Al-Azhar Kebayoran yang diselenggarakan oleh Narasi TV dan Komunitas Tangga Masjid dilansir babe.topbuzz.com.

    Mantan rektor IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan dengan penuh kasih ibarat seorang bapak menasehati anaknya.
    “Pilihlah ustadz yang menganut faham wasathiyah (moderat) anda tidak akan mendengar makian,” tutur mantan Mentri Agama ke-16 masa Presiden Soeharto ini.

    Quraish Shihab menjelaskan bahwa ustadz yang wasathiyah akan terbuka untuk dikritik dan tidak fanatik dengan satu pandangan dan menilai pandangan orang lain salah.

    Ustadz yang wa…

    Ketum dan Kyai PBNU Doakan Bamsoet Jadi Ketum Partai Golkar



    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Sirodj beserta jajaran kyai PBNU mendoakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. Sekaligus mendoakan agar penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar pada 3-6 Desember 2019 di Jakarta berjalan lancar.

    "Doa KH. Said Aqil Sirodj serta para kyai lainnya menjadi tambahan amanah yang harus saya jaga. Khususnya, dalam membawa Partai Golkar menjadi rumah yang nyaman bukan hanya bagi kalangan nasionalis dan keluarga besar purnawirawan TNI/Polri, melainkan juga bagi kalangan Nahdliyin dan berbagai kelompok masyarakat lainnya," ujar Bamsoet usai bertemu KH Said Aqil Sirodj dan jajaran pengurus PBNU, di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/19).
    Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini menilai, doa kyai sangat penting. Sehingga bisa membawa berkah dalam setiap langkah perjuangan. Sekaligus sebagai pagar penjaga agar tak salah jalan, apalagi tersesat dalam mengimplementasi…