Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

60 Persen Penduduk Suriah Tak Bisa Menerima Makanan yang Aman dan Bergizi

Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock  menyatakan bahwa sekitar 60 persen dari populasi Suriah tidak menerima cukup makanan yang aman dan bergizi secara teratur.

Sebuah kamp pengungsi di Suriah pada 31 Januari 2021 (Foto Muhammed Abdullah / Anadolu Agency)
"Sekitar 60 persen dari populasi Suriah, yaitu 12,4 juta orang, tidak memiliki akses reguler ke makanan yang cukup aman dan bergizi," katanya sambil menambahkan, "Tambahan 4,5 juta orang telah jatuh ke dalam kategori ini selama setahun terakhir."

Lowcock menyatakan, peningkatan ini mungkin mengejutkan, tetapi tidak dapat dikatakan mengejutkan, hal ini akibat kondisi ekonomi Suriah yang rapuh telah mengalami banyak guncangan selama 18 bulan terakhir.

"Depresiasi mata uang Suriah, yang kehilangan lebih dari tiga perempat nilainya selama tahun lalu, telah menjadi salah satu efek yang terlihat dari ini. Sementara  harga makanan dan barang-barang penting lainnya meningkat lebih dari 200 persen," jelas Lowcock.

Akibatnya, tambah pejabat PBB itu, daya beli telah menyusut secara substansial. Pengeluaran rata-rata rumah tangga sekarang melebihi pendapatan rata-rata sekitar 20 persen. Hasilnya adalah jutaan orang Suriah melakukan tindakan putus asa untuk bertahan hidup.

"Lebih dari 70 persen warga Suriah mengatakan bahwa mereka telah berhutang selama setahun terakhir. Banyak yang menjual aset dan ternak. Para orang tua makan lebih sedikit sehingga mereka dapat memberi makan anak-anak mereka, dan mereka mengirim mereka untuk bekerja daripada sekolah agar tidak kelaparan," tuturnya.

Lowcock menegaskan: "Lebih dari setengah juta anak balita di Suriah menderita stunting akibat kekurangan gizi.  Kami khawatir jumlah ini akan meningkat. Masalah ini terlihat di banyak bagian negara, tetapi situasi sangat buruk di barat laut dan timur laut, di mana data pengawasan gizi menunjukkan bahwa satu dari tiga anak di beberapa daerah menderita stunting."

Mengutip seorang dokter di rumah sakit, Lowcock melaporkan dari 80 tempat tidur pasiennya, setengahnya ditempati oleh anak-anak yang kekurangan gizi. Lima anak meninggal di rumah sakit akibat kekurangan gizi dalam dua bulan terakhir.

Dia melaporkan dokter anak lain mengungkapkan, diagnosis malnutrisi hingga 20 anak setiap hari. Tetapi orang tua membawa anak-anak mereka kepadanya untuk alasan yang sama sekali berbeda, tanpa menyadari bahwa mereka menderita malnutrisi.  (middleeastmonitor|alman) .