Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MAN 2 Kota Bogor Memaksimalkan Kuota PPDB

Yayat Supriatna (Foto Kemenag)

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN 2 Kota Bogor telah usai. Ketua Panitia PPDB MAN 2 Kota Bogor, Yayat Supriatna, menginformasikan bahwa calon peserta didik yang melalui pendaftaran daring secara total berjumlah 933 calon siswa regular, ditambah 144 calon siswa jalur afirmasi.


"Semua pendaftar berjumlah 1077 pendaftar calon peserta didik, jumlah yg lulus dan berhak daftar ulang 360 siswa untuk 10  rombel, sesuai dengan batas maksimal yang telah diatur, dari wilayah asal calon siswa untuk yang mendaftar ke MAN 2 kota bogor biasanya lebih banyak dari Kabupaten Bogor," jelasnya.

Yayat mengatakan bahwa untuk pembagian asal sekolah yang di alokasikan oleh panitia adalah 70% untuk SMP Umum, dan 30% untuk MTs, tetapi pada kenyataannya setelah proses pendaftaran selesai kita mendapatkan, jumlah pendaftar asal sekolah MTs tidak sampai 20%, karena dari total jumlah pendaftar 1077 yang berasal dari SMP Umum mencapai 800an pendaftar sedangkan  MTs hanya sekitar 150an pendaftar.

"Pendaftar yang melalui jalur afirmasi tidak mampu, berkas yang diseleksi adalah KIP, SKTM, mempertimbangkan jarak rumah dengan sekolah, kita utamakan yang terdekat, karena tidak mungkin untuk siswa yang tidak mampu bersekolah jauh dari rumahnya, itu akan menjadi beban dari segi transportasi," jelasnya lagi seperti dilansir situs resmi Kemenag Jabar.

Bagi yang mendaftar melalui Jalur prestasi, lanjutnya, karena dalam kondisi Pandemi Covid-19 pihaknya hanya mengutamakan siswa yang punya prestasi OSN atau Olimpiade Sains, prestasi raport yang merupakan juara disekolah masing-masing, ditambah ekskulnya pramuka dan PMR.

"Sedangkan  jalur regular hanya menggunakan nilai raport, akreditasi sekolah, indeks  sekolah dihitung asal sekolah yang punya kontribusi untuk diterima di PTN. Rumus yg dipakai 90% nilai raport dikali nilai akreditasi dikali nilai indeks sekolah ditambah 10% prestasi kalau mereka memiliki," imbuhnya.

Disebutkan, MAN 2 Kota Bogor tidak mengadakan kelas khusus atau kelas inklusif, karena harus ada penunjukan dari Kanwil. "Bagi MAN 2 belum siap secara sarana dan  prasarana. Untuk seluruh kegiatan PPDB kita mengacu pada aturan yang dikeluarkan Dirjen Pendis nomor 7265 tahun 2019," pungkasnya. (kmg|ulul).