Komisi VIII: Jangan Bubarkan Shalat Id, Mal dan Pasar Saja Dibolehkan

Ketua Komisis 8 DPR-RI Yandri Susanto (no 2 dari kiri) dalam sidang isbat 1441 di Kemenag, Jum’at 22 Mei 2020. Foto Kemenag/Danyl

Ketua Komisi VIII DPR-RI, Yandri Susanto, mengingatkan aparat pemerintahan dan keamanan  tidak membubarkan shalat Idul Fitri (Id) di daerah  zona aman dari Covid-19.

Untuk mengatasi hal itu, Yandri mendorong para pemangku kepentingan agar mengedepankan dialog daripada tindakan represif.

Apabila tidak mengedepankan pendekatan dialogis, kata dia, dapat muncul penanda-penanda ketidakadilan seiring tekanan di rumah ibadah sementara kegiatan massa mal dan pasar jelang Lebaran justru penuh sesak dan tidak ditindak.

“Jika nanti 1 Syawal ada warga, umat kita yang tetap di masjid atau lapangan agar tidak ada tindakan represif atau pembubaran. Karena harus ada dialog yang bagus,” kata dia dialansir Antara.

Menurutnya, ada keluhan bahwa mal buka jam 11 pagi tutup 10 malam tidak dibubarkan, pasar penuh dibiarkan. “Corona adalah musuh bersama. Ini agar ada ketegasan pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19,” tambah dia dalam telekonferensi sidang isbat bersama Kementerian Agama yang dipantau dari Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Menurut dia, jika penyelenggaraan Shalat Id  kemudian dibubarkan begitu saja tentu akan memicu persoalan lain. Pembubaran justru dapat memicu hal tidak kondusif. (ant|azka).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.