Karena Covid-19, Singapura Putuskan Tak Berangkatkan Haji

suasana masjidil haram masih lockdown (arabnews)

Singapura memutuskan untuk menunda keberangkatan jamaah haji tahun ini sampai 2021. Keputusan ini disampaikan Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) dalam konferensi pers pada Jumat lalu (15/5/2020).

Keputusan tersebut, sebagaimana disampaikan Menteri Urusan Muslim, Masagos Zulkifli, dibuat secara mandiri dan bukan berdasarkan kebijakan pemerintah Arab Saudi.

“Atas pertimbangan kebutuhan jemaah kami, keamanan jemaah kami, demi yang terbaik untuk Singapura,” tutur Zulkifli di laman bbc.com, Jumat .

MUIS menyebut faktor usia merupakan salah satu dasar pertimbangan.

“Lebih dari 80% warga Singapura yang dijadwalkan menunaikan haji tahun ini di atas usia 50 tahun. Kementerian Kesehatan menganjurkan individu-individu dalam kategori ini menghadapi risiko komplikasi dan kematian jika mereka tertular virus Covid-19,” papar  Zulkifli.

Berdasarkan data MUIS, calon jemaah haji dari Singapura tahun ini mencapai 900 orang.

Berbeda dengan Singapura, Kementerian Agama RI hingga kini belum dapat menentukan kepastian keberangkatan jemaah haji 2020, ditunda atau dilaksanakan.

Baca juga: Kemenag Berharap Saudi Segera Beri Kepastian Penyelenggaraan Haji 2020

Kemenag berencana mengeluarkan keputusan paling lambat pada 20 Mei 2020, seperti disampaikan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI.

Dia mengaku belum mendapat kabar dari Kerajaan Arab Saudi.

Pada kesempatan raker tersebut Wamenag  mengusulkan batas waktu terakhir menunggu kepastian penyelenggaraan haji tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi dari Arab Saudi pada tanggal 20 Mei 2020.  (azka).

One thought on “Karena Covid-19, Singapura Putuskan Tak Berangkatkan Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.