Gema Takbir di Masjid Atau Mushalla Harus Tetap Dikumandangkan

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi. Foto Kemenag

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengajak umat Islam untuk mengagungkan asma Allah SWT di malam Idul Fitri 1441 Hijriyah/ 2020 Masehi.

Gema takbir di masjid, mushalla dan surau, kata dia, harus tetap dikumandangkan untuk menjaga syiar agama tetapi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja.

“Dan sekali lagi kami mengajak kepada kaum Muslimin semuanya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing bersama keluarga, demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya,” kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Ia mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi malam Idul Fitri 1441 Hijriyah dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.  

Wamenag mengatakan pengagungan asma Allah itu memang sebaiknya dilakukan karena umat telah diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. 

Menggemakan takbir pada malam Idul fitri, lanjut Wamenag, merupakan salah satu amalan menghidupkan hari raya dan termasuk amalan istimewa sebagai penyempurna ibadah Ramadhan.

Menghidupkan hari raya, kata Zainut, tertuang pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah yang berbunyi, “Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya, hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati.”

Kendati demikian, Wamenag mengingatkan pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, mushala atau berkeliling dengan mobil atau kendaraan lainnya. Namun di saat pandemi Covid-19 agar mengagungkan asma Allah dilaksanakan di rumahnya masing-masing demi menjaga keselamatan umum. (ant|azka).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.