Skip to main content

Kompetisi Robotik Madrasah 2019 Ditutup, Ini Juaranya....

Foto Kemeng
Kompetisi Robotik Madrasah ke-5 tahun 2019 sudah ditutup. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Kamaruddin Amin, mengungkapkan, robotik menjadi agenda penting bagi Kemenag guna mendukung posisi siswa madrasah pada era revolusi industri 4.0 ini. “Kita hidup di zaman ketika robot menjadi hal penting. Kenyataanya, manusia sekarang hidup 24 jam dengan gadget dan aneka mesin otomasi yang berbasis robotik. Oleh sebab itu, kita tidak bisa lepas dengan dunia teknologi,” ujar Kamaruddin Amin saat menutup Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2019 di Surabaya, Ahad (17/11/2019). Dikatakan Kamaruddin, bahwa anak madrasah harus memiliki intelejensi dan skil yang relevan dengan zaman ini. “Kami akan konsisten berkontribusi mendukung daya kompetitif anak bangsa,” tambahnya. “Tanpa kehadiran negara, sulit mengharapkan situasi kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan madrasah, yang dahulu hanya dikenal sebagai sekolah agama,” imbuhnya.
Kompetisi Robotik Madrasah  tahun 2019 ini mengusung tema “Robots Save The Earth: Green Energy and Environmental Issues atau Robot Penyelamat Lingkungan. Kegiatan ini diikuti 150 tim, terdiri atas Kategori Rancang Bangun tingkat MI (30 tim), MTs (30 tim), dan MA (30tim). Ada juga Kategori Robot Pemilah Sampah untuk tingkat MTs (30 tim), dan Kategori Mobil Robot IoT tingkat MA (30 tim).

Foto Kemeng
Kompetisi ini digelar selama dua hari, 16-17 November 2019. Pengumuman pemenang dilakukan pada malam penutupan. Berikut daftar pemenang Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2019; Tingkat MA Kategori Rancangbangun
A. Kriteria Ide, Desain, Konstruksi
Juara 1 : MAN 1 Jember
Juara 2 : MAN 1 Ponorogo
Juara 3 : MAN 2 Jakarta B: Kriteria Kegunaan Robot
Juara 1 : MAN 1 Darussalam Ciamis
Juara 2 : MAN Insan Cendekia Serpong
Juara 3 : MAN 1 Pekanbaru C. Kriteria Kemampuan Presentasi
Juara 1 : MAN Insan Cendekia Tanah Laut
Juara 2 : MAN Insan Cendekia Sambas
Juara 3 : MAN 2 Bogor
Tingkat MA Kategori Mobile Robot
A. Kriteria Point Games
Juara 1 : MAN 2 Tasikmalaya
Juara 2 : MAN 3 Jakarta
Juara 3 : MAN Kota Surabaya B: Kriteria Algoritma
Juara 1 : MAN Temanggung
Juara 2 : MAN 3 Jombang
Juara 3 : MAN 1 Jombang C. Kriteria Desain Robot
Juara 1 : MAN 2 Model Medan
Juara 2 : MAN 2 Kota Malang
Juara 3 : MAN 1 Karanganyar < Tingkat MTs Kategori Rancang Bangun
A. Kriteria Ide, Desain dan Konstruksi
Juara 1 : MTs Al-Ma’ruq
Juara 2 : MTsN 4 Jakarta
Juara 3 : MTsN 1 Kota Tangerang Selatan B. Kriteria Kegunaan Robot
Juara 1 : MTsN 3 Kota Surabaya
Juara 2 : MTsN 1 Kota Bengkulu
Juara 3 : MTsN 9 Jakarta C. Kriteria Kemampuan Presentasi
Juara 1 : MTsN 1 Pasuruan
Juara 2 : MTsN 1 Kota Gorontalo
Juara 3 : MTsN 3 Jembrana Tingkat MTs Kategori Mobile Pemilah Sampah
A. Kriteria Algoritma
Juara 1 : MTsN Kota Probolinggo
Juara 2 : MTsN 1 Kota Sumedang
Juara 3 : MTsN 1 Kota Malang B. Kriteria Desain
Juara 1 : MTsN 1 Kota Bandung
Juara 2 : MTs Al-Ittihadiyah
Juara 3 : MTs Muhammadiyah Batang C. Kriteria Poin Game
Juara 1 : MTsN 1 Kota Kediri
Juara 2 : MTsN 2 Kota Kediri
Juara 3 : MTsN 1 Kota Tangerang
Tingkat MI Kategori Rancang Bangun
A. Kriteria Ide, Desain dan Konstruksi
Juara 1 : MI Darul Ulum Widang
Juara 2 : MI Terpadu Ar-Roihan
Juara 3 : MIN 1 Kota Cilegon B. Kriteria Kegunaan Robot
Juara 1 : MI Al-Hudy
Juara 2 : MI Al-Huda Kota Malang
Juara 3 : MI Al-Ittihad C. Kriteria Kemampuan Presentasi
Juara 1 : MIN 1 Kota Cilegon
Juara 2 : MIN 1 Pontianak
Juara 3 : MIN 1 Kota Malang
(kemeng/ulul).

Comments

ARTIKEL POPULER

Kelurahan Bengkalis Kota Dinobatkan Sebagai Model Kelurahan Sadar Kerukunan



Kelurahan Bengkalis Kota dinobatkan sebagai model Kelurahan sadar kerukunan Kabupaten Bengkalis Tahun 2019.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Bupati Bengkalis di Wakili Asisten Administrasi Umum H Tengku Zainuddin pada Selasa lalu (3/12/19) dan ditandai penyerahan SK Penetapannya dari Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA Kepada Lurah Bengkalis Kota bertempat di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja di Laut Bengkalis.

Bupati Bengkalis dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum mengatakan Program desa sadar kerukunan hadir sebagai bentuk realisasi cita-cita semua pihak yang menginginkan kehidupan antara sesama umat beragama tetap rukun, menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa, potret pemahaman masyarakat dalam komitmen bernegara, yang tidak hanya bersifat simbolik tetapi juga bersifat substansial.
Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkalis H. M. Nurnawawi ketika di konfirmasi tim Inmas Kanwil …

Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Agama Islam

BRNews - Kementerian Agama Kabupaten Pati melalui Seksi Bimas Islam melaksanakan pembinaan kepada Penyuluh Agama Islam non PNS tahun 2017 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Senin kemarin (24/7/2017).

Rumah Zakat Inisiasi Program Sedekah Jelantah untuk Pemberdayaan Lansia



Rumah Zakat menginisiasi Program Sedekah Jelantah untuk digunakan sebagai pemberdayaan kesehatan lansia di RW 19 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Setiap bulanya, para lansia mengumpulkan jelantah yang akan disedekahkan dan ditukar dengan pelayanan kesehatan.

Jelantah yang dikumpulkan nantinya akan dijual ke bank jelantah untuk dijadikan biodiesel. Hasil dari penjualan tersebut akan dikumpulkan menjadi kas dan digunakan kembali untuk kegiatan sosial di wilayah RW 19.
“Dengan menyetorkan minyak jelantah, penggunaan minyak bekas pakai tersebut menjadi berkurang. Selain itu juga pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari jelantah akan semakin berkurang,” ujar Relawan Rumah Zakat, Senin (2/12) dilansir website Prov. Jabar.

Program Sedekah Jelantah membantu para Kader Posyandu untuk melakukan pengecekan kesehatan. Dengan adanya program tersebut, tingkat kedatangan lansia ke posyandu pun semakin meningkat.

Selain itu, Rumah Zakat juga menyediakan Kartu Lansia Sehat. Hal t…

Ulama Afganistan Belajar Islam Indonesia, Pemuda Kita Belajar Perang ke Sana

Sejumlah Ulama Afganistan pernah datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana negeri multi etnis ini menjaga kerukunan antar umat beragama. Maklum, Afganistan telah dilanda konflik horizontal yang berkepanjangan. Padahal, penduduk mereka relatif homogen,  tidak semajemuk Indonesia. Sementara itu, sebagian pemuda Indonesia justru belajar perang ke Afganistan. "Aneh, ada pemuda kita,  anak muda Indonesia ke Afganistan untuk belajar perang, lalu pulang ke Indonesia dan malah ngajarin indonesia perang," terang Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat bersilaturahim dengan MUI dan ASN Kanwil Kemenag Maluku di Ambon, Senin (25/11). Hadir, Kakanwil Kemenag Prov Maluku, Rektor IAIN Ambon, Rektor IAKN Ambon, Ketua MUI Provinsi Maluku, Ketua MUI Kota Ambon, ASN Kanwil Kemenag Maluku. Menurut Wamenag, fenomena ini harus diwaspadai. Apalagi, Indonesia tengah giat memasarkan pola keberagamaan yang moderat (wasathiyah) kepada dunia internasional agar benar-benar menjadi referensi b…

180 Mahasiswa Ikuti Bimbingan Perkawinan yang Digelar Kemenag Cianjur



Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin sampai dengan 50 angkatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur melalui Seksi Bimas Islam kini menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja Usia Nikah, yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 19-21 November 2019 di Hotel Delaga Biru, Pacet Cianjur.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 180 orang mahasiswa yang terbagi ke dalam tiga angkatan. Angkatan pertama terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Universitas Putra Indonesia dan Akademi Keperawatan Cianjur. Angkatan kedua terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Akademi Kebidanan, STIEMB Cabang Cianjur, dan STISNU Cianjur. Sedangkan angkatan ketiga terdiri dari 60 orang mahasiswa asal Universitas Suryakancana dan STAIS Al-Azhari Cianjur.

Kasi Bimas Islam Kemenag Cianjur, Asep Khaerul Mu'min dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran pemerintah untuk mewujudkan ketahanan keluarga, yang pada akhirnya berpengaruh kepada ke…

Beri Rekomendasi Perpanjangan Izin, Menag: FPI Beda dengan HTI



Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, pihaknya telah memeriksa dan memverifikasi ormas Front Pembela Islam (FPI) sebelum memberikan rekomendasi perpanjangan izin. Hasil verifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa FPI siap setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini lah yang membuat Kementerian Agama dapat memberikan rekomendasi perpanjangan izin tersebut.

Hal ini disampaikan Fachrul, menjawab pertanyaan media tentang perbedaan perlakuan pemerintah terhadap FPI dibandingkan dengan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), usai Rapat  Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).
“Kami sudah tanya ya. Mengapa masih menyebut (khilafah). Kemudian mereka menjelaskan, penjelasannya yang dimaksud lain dengan yang disampaikan HTI. Kemudian kami baca, ternyata setelah kami baca ya betul memang berbeda. Kemudian ok, kami beri (rekomendasi),” kata Fachrul dikutip situs resmi Kemenag RI.

Fachrul pun menegaskan tidak akan mencabut rekomendasi yang telah …

Reuni 212, Menag: Silakan Saja, Tapi Jaga Ketertiban


Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan dirinya mempersilakan kelompok massa menggelar Reuni 212. Pernyataan ini disampaikan Menag kepada media, menanggapi rencana adanya aksi massa Reuni 212 yang akan berlangsung di Monas, 2 Desember mendatang.
“Kan sudah ditegaskan, bahwa itu hak semua orang. Silakan saja. Dia mengajukan, Polisi mengizinkan, silakan saja,” ujar Menag Fachrul, Kamis (28/11) dikutip situs Kemenag.
Namun, Menag yang ditemui usai melaksanakan Rapat Kerja Pendahuluan Penetapan BPIH 1441H/2020M, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta mengingatkan agar peserta aksi diminta untuk selalu menjaga ketertiban serta menjaga hak pihak lain.
“Kita pesannya, supaya jaga ketertiban. Semua punya hak, termasuk rakyat yang lain punya hak untuk tidak terganggu,” pesan Menag.
Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. "Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-…

Bertemu Organda Saudi, Kemenag Minta Disiapkan Bus bagi Jemaah di Mina Jadid

Misi Haji Indonesia menggelar pertemuan dengan Naqabah ‘Ammah Lissayyarat atau Organda Arab Saudi. Pertemuan membahas peningkatan layanan transportasi, salah satunya transportasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Delegasi Indonesia yang terdiri dari Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali dan Staf Teknis Haji lainnya, diterima oleh pimpinan Naqabah.

“Kami meminta angkutan shuttle bus untuk jemaah haji Indonesia yang menempati wilayah Mina Jadid ke Jamarat pulang dan pergi,” terang Sri Ilham di Makkah, Selasa (10/12/2019).
Menurut Sri Ilham, setiap tahun sedikitnya ada 9 maktab atau sekitar 27ribu jemaah haji Indonesia yang menempati tenda di kawasan perluasan Mina atau Mina Jadid. Jarak dari tenda ke tempat melontar jumrah (jamarat) cukup jauh, lebih dari 8km (sekali jalan), sehingga jemaah bisa kelalahan.

“Keberadaan bus akan meringankan perjalanan jemaah saat akan melontar jumrah,” ujar Sri Ilham.

Indone…

Nikmat dan Musibah Adalah Jalan Menuju Allah

مَنْ لَمْ يُقبِلْ على اللهِ بِمُلاَ طفاَتِ الاِحْساَنِ قـُيِّدَ اليْهِ بِسلاَسِلِ الاِمتِحاَنِ
 "Barangsiapa yang tidak suka menghadap kepada الله dengan halusnya pemberian karunia الله, maka akan diseret supaya ingat kepada Allah dengan rantai ujian (musibah).”

Ada dua perkara yang menjadikan seorang hamba itu bisa Taat dan menghadap kepada Allah, yaitu :
 1. Datangnya nikmat dari pada dirinya, sehingga dia mau bersyukur dan menghadap taat kepada Allah.
2. Datangnya macam-macam musibah  dan bencana pada dirinya atau hartanya, lalu ia bisa sadar dan kembali kepada الله. Terkadang musibah itu juga bisa menjadi sebab ia meninggalkan bergantung pada dunia dan hanya bergantung pada الله.  Karena yang diinginkan الله pada hambanya yaitu kembalinya hamba kepada الله dengan cara menurut (ridho) atau dipaksa.
Barangsiapa yang tidak suka sadar dan dzikir (ingat) kepada الله ketika sehat dan murah rezeki, maka akan dipaksa supaya dzikir [ingat] kepada الله dengan tibanya musibah [bencana…

Quraish Shihab: Pilihlah Ustadz yang Tidak Memaki-maki



Ulama kharismatik Prof.KH. Quraish Shihab menyatakan, kita harus memilih ustadz yang moderat (wasathiyah) agar tidak mendapatkan ceramah yang memaki-maki.

Quraish Shihab menjelaskan hal yang menarik ketika ditanya seseorang terkait kriteria ustadz yang tepat untuk dijadikan panutan atau sebagai penceramah.

“Abi, Bagaimana memilih ustadz yang tepat,” tanya seorang perempuan dalam acara Shihab & Shihab di Masjid Al-Azhar Kebayoran yang diselenggarakan oleh Narasi TV dan Komunitas Tangga Masjid dilansir babe.topbuzz.com.

Mantan rektor IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan dengan penuh kasih ibarat seorang bapak menasehati anaknya.
“Pilihlah ustadz yang menganut faham wasathiyah (moderat) anda tidak akan mendengar makian,” tutur mantan Mentri Agama ke-16 masa Presiden Soeharto ini.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa ustadz yang wasathiyah akan terbuka untuk dikritik dan tidak fanatik dengan satu pandangan dan menilai pandangan orang lain salah.

Ustadz yang wa…