02 August 2019

KNKS Dukung Pengembangan Inovasi Wakaf Produktif untuk Industri Halal

BRNews.id – KNKS menyaksikan penandatangan Memorendum of Understanding antara Wakafpreneur Institute dan AHTIA Thailand (Asean Halal Trade & Investment Association) dalam acara World Halal Products Exhibition & Conference (World HAPEX) 2019 di Hat Yai, Thailand beberapa waktu lalu(27/5/2019).

Rangkaian acara yang diselenggarakan pada 25-26 Juli 2019 tersebut terdiri dari Seminar, Business Matching, Halal Exhibition, Youth Champion, serta Chef Demo.




KNKS sebagai motor penggerak dan katalisator pembangunan ekonomi syariah di Indonesia dan global, menyambut baik inisiatif acara tersebut.

Direktur Direktorat Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS, Afdhal Aliasar, hadir sebagai narasumber di rangkaian acara tersebut. Sekaligus turut menjadi saksi dalam pendatanganan MoU antara Wakafpreneur Institute dan AHTIA.

“KNKS mendukung segala bentuk kerjasama antar pemangku kepentingan baik nasional maupun internasional, khususnya dalam hal pembangunan industri halal. Melalui kesempatan ini, KNKS mendukung terbentuknya komitmen kerjasama oleh pelaku industri halal antar negara melalui skema pembiayaan wakaf, “ Ujar Afdhal

Founder Wakafpreneur Institute, Imam Nur Azis, menyampaikan kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri halal dunia untuk saling berkolaborasi.




“Kita perlu  saling belajar kepada pelaku industri halal dunia seperti Thailand. Thailand sangat aktif sebagai produsen industri halal bahkan masuk sampai 5 besar di dunia, “ Ujar Imam

Saat ini, Thailand sudah mengembangkan inovasi wakaf produktif seperti Asean Mall Pattani.

“Thailand juga sudah memiliki miniatur ‘Kota Wakaf’, yaitu pembangunan diatas tanah wakaf sebesar 500 hektar mencakupi pembangunan rumah sakit,  town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall, serta fasilitas pendukung lainnya, “ Jelas Imam yang juga merupakan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Melalui MoU dengan ATHIA Thailand ini, Wakafpreneur Institute berupaya untuk menindaklanjuti realisasi wakaf produktif bernama Madinatussalam.

“Wakafprenuer Institute berharap melalui MoU ini kita dapat mendorong terciptanya ekosistem industri halal di regional ASEAN sehingga berdampak positif bagi kemajuan ummat. Semoga seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, pelaku pasar dan masyarakat bisa lebih saling sinergi memajukan industri halal dan wakaf pada khusus nya,” pungkas Imam Nur Azis

Menurutnya, potensi wakaf Indonesia bisa dikembangkan dengan strategi 5C : Campaign, Create, Convert, Competent, dan Comply.

Berita Terkait

No comments:

Post a Comment