09 August 2019

Dengan Nazhir yang Andal dan Kreatif, Wakaf Bisa Produktif

BRNews.id - Untuk menjadikan wakaf lebih produktif dan dapat diberdayakan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah keandalan dan kreatifitas Nazhir. Dengan Nazhir yang  andal, tanah wakaf dapat diberdayakan dan masalah persertifikatannya pun tidak akan terkendala. 




Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin pada kegiatan meeting forum percepatan persertifikatan tanah wakaf, Rabu (7/8/2019) di Hotel Aston Bekasi Selatan.

Pembinaan para Nadzir oleh Ditjen Bimas Islam (foto kemenag).
Selama ini posisi nazhir hanya sebatas pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai peruntukkannya. Nazhir juga hingga kini masih memiliki pikiran yang tradisional dan kurang kreatif masih banyak, karena itulah peran Kemenag untuk melakukan pembinaan kepada para nazhir ini menjadi hal yang utama.

“Banyak problem lainnya salah satunya adalah nazhir yang hanya sebagai kerja sambilan, jangan, Nazhir harus melepaskan pemikiran dan paradigma lama, dan berpikir kreatif.” larangnya.



“Saya sangat berharap suatu saat bukan bunyi bangunan ini adalah tanah wakaf pada papanisasi, namun telah berubah menjadi diatas tanah wakaf ini akan dibangun rumah/minimarket bagi yang berminat hubungi nomor 081......,” demikian Muhammadiyah Amin mencontohkan salah satu bentuk perubahan paradigma dalam pengelolaan wakaf.

Senada dengan Muhammadiyah Amin, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas islam, H. Tarmizi mengatakan potensi tanah wakaf di Indonesia untuk dijadikan wakaf produktif memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. 

Hal ini, kata Tarmizi, tentu saja memerlukan kreatifitas dan keandalan nazhir yang mengelolanya. Sebagai contoh lahan seluas 3 hektar yang tidak pernah kering oleh air ini kemudian ditanami talas. Alhamdulillah tanaman talas ini dapat tumbuh dengan baik dan tiap tahunnya menghasilkan 30 ton talas.

“Tidak hanya itu, tanah sekitarnya milik warga pun pada akhirnya ikut menanam talas dan menghasilkan dari segi ekonominya. Hal ini tentu saja terjadi karena kreatifitas nazhirnya,” ujar Tarmizi.

Banyak contoh lainnya pemanfaatan tanah wakaf produktif seperti ruang rawat inap VIP di Jawa Timur dan pembangunan Rusunawa di Bojonegoro Jawa Timur. (kemenag/alfa).

Berita Terkait

No comments:

Post a Comment