27 May 2015

Bolehkah Baca Al Qur'an dengan Langgam Jawa..?


Pro kontra terkait pembacaan Al-Quran menggunakan langgam Jawa tak perlu diperpanjang.  Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (25/5/2015)  mengakui  sebetulnya tidak ada larangan baik di Al Quran maupun Hadits menggunakan langgam daerah.
"Kita juga tidak tahu bagaimana pastinya langgam yang dibacakan Rasululloh dulu. Memang selama ini karena Quran turun di Arab yang gunakan langgam Arab. Jadi saat dibaca menggunakan langgam lain terasa aneh," katanya.

Secara pribadi, Din mengaku  tidak masalah selama tajwid dan makhrajnya tidak keluar aturan. Jika penggunaan langgam daerah sampai menyalahi tajwid apalagi mengubah artinya itu baru dilarang.
"Tapi menurut saya, kalau tidak menggunakan langgam Arab, seperti langgam Jawa, kesannya dipaksakan. Banyak ayat yang tidak bisa digunakan pakai langgam selain Arab. Kadang panjang harakatnya memaksa. Itu menghilangkan wibawa Al Quran," demikian Din.
Penggunaan langgam daerah dalam membaca Al Quran menjadi polemik setelah qori dalam acara Isra' Mi'raj di Istana menggunakan langgam Jawa. 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui pembacaan Al Quran dengan  cengkok atau langgam Jawa oleh qori Muhammad Yasser Arafat murni usulannya. Namun dia sudah meminta izin ulama sebelum mengusulkannya.
Bagaimana Prof Quraish Shihab memberi tanggapan tentang ini? Mantan Menteri Agama ini punya pendapat tentang penggunaan langgam Jawa dalam tilawah. Berikut ini penjelasannya seperti dilansir 
quraishshihab.com, Rabu (20/5/2015):
Beberapa hari belakangan ini terdengar banyak pembicaraan menyangkut bacaan al-Quran dengan langgam Jawa. Ada yang menerima dengan baik, ada juga yang menolak, bahkan ada yang mengecam dan menuduh dengan tuduhan yang keji.
Tidak dapat disangkal bahwa ada tatacara yang harus diindahkan dalam membaca al-Quran, misalnya tentang di mana harus/boleh memulai dan berhenti, bagaimana membunyikan huruf secara mandiri dan pada saat pertemuannya dengan berbagai huruf dalam satu kalimat, dan lain-lain. Inilah syarat utama untuk penilaian baik atau buruknya satu bacaan. Nah, bagaimana dengan langgam atau nadanya? Hemat penulis, tidak ada ketentuan yang baku. Karena itu, misalnya, kita biasa mendengar qari dari Mesir membaca dengan cara yang berbeda dengan nada dan langgam qari dari Saudi atau Sudan. Atas dasar itu, apalah salahnya jika qari dari Indonesia membacanya dengan langgam yang berbeda selama ketentuan tajwidnya telah terpenuhi? Bukankah Nabi saw. menganjurkan agar al-Quran dibaca dengan suara merdu dan langgam yang baik, tanpa menentukan langgam tertentu? Nah, jika langgam Jawa dinilai baik dan menyentuh bagi orang Jawa atau Bugis bagi orang Bugis, dan lain-lain, maka bukankah itu lebih baik selama ketentuan bacaan telah terpenuhi?
Memang ada riwayat yang dinisbahkan kepada Nabi saw. yang menganjurkan agar al-Quran dibaca dengan langgam Arab. Konon beliau bersabda: Bacalah al-Quran dengan langgam Arab dan suara (cara pengucapan) mereka; jangan sekali-kali membacanya dengan langgam orang-orang fasiq dan dukun-dukun. Nanti akan datang orang-orang yang membacanya dengan mengulang-ulangnya seperti pengulangan para penyanyi dan para pendeta atau seperti tangisan orang yang dibayar untuk menangisi seorang yang meninggal dunia.
Hadits tersebut kalaupun dinilai shahih, maka itu bukan berarti bahwa langgam selain langgam Arab beliau larang. Bukankah beliau menganjurkan untuk membaca dengan baik dan indah, apalagi sementara pakar hadits menilai riwayat yang diriwayatkan oleh an-Nasaiy al-Baihaqy dan at-Thabarani di atas lemah karena dalam rangkaian perawinya terdapat Baqiyah bin al-Walid yang dikenal lemah dalam riwayat-riwayatnya. Demikian, wa Allah Alam.

26 May 2015

Debat TV One; Mahasiswa Tuntut Janji-Janji Jokowi

Debat TV One pada Senin malam (25 Mei 2015) menampilkan pendukung Presiden Jokowi dengan mahasiswa. Dalam debat tersebut mahasiswa menuntut janji-janji Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

RT 12 Juara I Pertandingan Volly di RW 14 Pondok Bambu Kuning Bojonggede


Pertandingan bola volly dalam memperingati kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2015 yang diselenggarakan Pengurus RW 14 Pondok Bambu Kuning Bojonggede Bogor berakhir. Sebagai juara 1 diraih RT 12 dengan mengalahkan RT 7  dengan empat set. Pertandingan ini berlangsung pada Ahad 24 Mei 2015.

25 May 2015

Menag Berkunjung ke Pesantren An Nahdlah Makasar


Saat kerkunjung ke Pondok Pesantren An-Nahdlah, Makassar, sabtu (23/05) pecan lalu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada para santri berpesan agar tetap mempertahankan nilai kemandirian, keikhlasan, dan kesederhaan yang menjadi ciri khas pesantren.
Jadi seorang santri, harus terbiasa untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Ini adalah modal utama, saat nanti para santri terjun ke dalam masyarakat.

24 May 2015

Sesi Dialog Mudzakarah Isra' Mi'raj Ditinjau Dari Sudut Sains dan Teknologi



Setelah kedua pembicara yakni Abdur Rahman Muchtar dan Chaeruddin Razak Arsyad,  dalam mudzakarah "Isra Mi'raj Ditinjau Dari Sudut Sains dan Teknologi" yang diselenggarakan DKM Baiturrahman Pondok Bambu Kuning Bojonggede pada Ahad 17 Mei 2015, kemudian dilanjutkan tanya jawab.

23 May 2015

Detik-Detik Penggatian Kiswah (Penutup Kain Ka'bah)


Saat jamaah haji sedang berada di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, kondisi Ka’bah tergolong lengang. Kondisi lengang tersebut digunakan untuk mengganti kiswah (penutup) Ka’bah. Kiswah Ka’bah adalah kain hitam yang dihias dengan tulisan ayat-ayat Al-Quran berwarna emas. Yang pertama kali membuatnya adalah Tuba’ Abi Karab tahun 222 sebelum kenabian Rasulullah SAW. Sedangkan di masa Islam, Rasulullah pertama kali membuatnya pada saat haji wada’ dengan kain yang berasal dari Yaman. Di masa umar bin Abi Thalib, kiswah dibuat dari kain yang berasal dari Mesir.

Kepulangan Jamaah Umrah Terlantar Disambut Isak Tangis


Puluhan jamaah umroh yang terlantar di Jeddah mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (23/5/2015) pagi. Isak tangis bahagia menyambut 49 jamaah umroh yang terpaksa tertahan di Jeddah karena biro perjalanan umroh PT Jaya Mandiri Bersama Indonesia (PT JMBI) tak bertanggung jawab atas nasib mereka selama satu pekan.

Paparan Chaeruddin Razak Arsyad diMudzakarah Isra' Mi'raj di Baiturrahman


Memperingati peristiwa dahsyat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw DKM Baiturrahman Pondok Bambu Kuning Bojonggede pada Ahad 17 Mei 2015 mengadakan mudzakarah. Sebagai pembicara dalam mudzakarah ini Abdur Rahman Muchtar dan Chaeruddin Razak Arsyad, dari Universitas Indonesia.

21 May 2015

Ceramah Abdur Rahman Muchtar pada Mudzakarah Isra' Mi'raj di Baiturrahman


Sebuah mudzakarah diselenggarakan DKM Baiturrahman Pondok Bambu Kuning Bojonggede pada Ahad 17 Mei 2015. Kegiatan ini terselenggara untuk memperingati peristiwa dahsyat Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad Saw. Sebagai pembicara dalam mudzakarah ini Abdur Rahman Muchtar dan Chaeruddin Razak Arsyad, dari Universitas Indonesia.

20 May 2015

Aparat Aceh Razia Wanita Bercelana Ketat


Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Aceh, merazia wanita yang mengenakan celana ketat. Razia yang melibatkan Satpol PP, Kepolisian, dan TNI itu menjaring puluhan orang yang memakai pakaian tidak sesuai qanun nomor 11/2002 tentang aqidah, ibadah dan syiar Islam.

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Muslim Rohingya


Nelayan  Aceh menyelamatkan imigran muslim Rohingya di perairan Kabupaten Aceh Timur. Mereka ditemukan nelayan saat mengapung di lautan. Mereka mencapai 400 jwa  yang terdiri dari anak-anak, wanita, remaja dan juga kaum pria dewasa. Para imigran itu terlihat lemah dan ada yang jatuh sakit.

19 May 2015

DKM Baiturrahman Pondok Bambu Kuning Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Peringatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan DKM Baiturahman bertema "Isra Mi'raj Ditinjau Dari Sudut Sains dan Teknologi" digelar dengan mudzakarah. Sebagai pembicar dari Universitas Indonesia yaitu Abdur Rahman Muchtar dan Chaeruddin Razak Arsyad. HM Sobir ketua panitia kegiatan ini menyebutkan ada perbedaan peringatan ini dari tahun-tahun sebelumnya.

18 May 2015

Pembacaan Barzanji pada Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Baiturahman Bambu Kuning

Pembacaan Barzanji ini dipimpin oleh Ust Sodri pada peringatan Isra Mi'raj di Masjid Baiturahman Pondok Bambu Kuning Bojonggede Bogor yang berlangsung pada Ahad 17 Mei 2015. Pembacaan ini dilakukan pada awal Peringatan Isra Mi'raj.

Qasidah Baiturahman Saat Tampil di Peringatan Isra'Mi'raj di Masjid Baiturahman

Qasidah Baiturahman Saat Tampil di Peringatan Isra'Mi'raj di Masjid Baiturahman pada Ahad 17 Mei 2015. Sebagai pembicara Abdur Rahman Muchtar dan Chaeruddin Razak Arsyad keduanya staf pengajar di Universitas indonesia.

14 May 2015

Nessa Aqila Raih Mahkota Puteri Muslimah Indonesia 2015


Nessa Aqila dari Medan akhirnya berhasil meraih mahkota Puteri Muslimah Indonesia 2015. Penganugrahan Anjang Puteri Muslimah Indonesia 2015 disiarkan Indosiar, Rabu (13/5/2015) malam.
Nessa  mengalahkan dua kontestan lain di babak Grand Final, yakni Inka Noor dari Indramayu dan Bunga Ade Tama dari Jakarta. Sebelumnya ketiga kontestan disuruh menjawab satu pertanyaan utama. Kontestan pun diberi waktu 60 detik untuk menjawabnya.
Pertanyaan itu adalah “Apa yang bisa dilakukan seorang Puteri Muslimah untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan perdamaian dunia?” Dari pertanyaan itu para juri, seprti Arzetti Bilbin, Yeni Wahid, dan Opick, akan menilai jawaban kontestan masing-masing.
Nessa Aqila menjadi kontestan pertama yang diharuskan menjawab pertanyaan tersebut. Dia mengatakan hobinya adalah travelling, melalui hobinya itu dia akan berpergian dan memperoleh teman dari berbagai suku, ras, negara, dan agama. Dari situ lah dia akan mempelajari dan kemudian menanamkan nilai-nilai toleransi.
Berkat jawabannya itu Nessa Aqila berhak mendapat gelar Puteri Muslimah Indonesia 2015. Mahkota disematkan langsung oleh Puteri Muslimah Indonesia 2014, Siti Nurmelia Baskarani Putri.
Sementara Inka Noor dari Indramayu menempati posisi runner up. Sedangkan untuk Bunga Ade Tama dari Jakarta berhak atas juara ketiga Puteri Muslimah Indonesia 2015.

Prof Dr Said Agil Husein Al Munawar; Wahabi Tuduh Imam Al Ghazali Tak Paham Qur'an dan AsSunnah

Prof Dr  Said Agil Husein Al Munawar dalam pengantar menyampaikan makalah dalam bahtsul masail pra muktamar nu ke 33 di pesantren Al Manar Depok kesal dengan adanya pembicara dalam dialog di sebuah televisi swasta menyebut bahwa Imam Al Ghazali tak ngerti Qur'an dan AsSunnah.

Pembukaan Bahtsul Masail Pra Muktamar NU ke 33 di Pesantren Al Manar Depok


Sambutan Katib Am Syuriah PBNU Prof.Dr.KH. Malik Madani saat membuka Bahtsul Masail Pra Muktamar NU ke 33 di Pondok Pesantren Al Manar, Depok tanggal 9 - 10 Mei 2015.

Tausiyah Dr KH Muhammad Abbas bin Fuad Hasyim Di Haul KH Hasan Kaprawi Pemalang


Ceramah Dr.KH. Muhammad Abbas Fuad Hasyim pada peringatan Haul KH. Hasan Kaprawi ke-21 di Pondok Pesantren NURUL JINAN, Desa Mandiraja, Kec.Moga Kab.Pemalang, Jawa Tengah.

Tausiyah Dr KH Cholil Nafis di Haul ke-21 KH Hasan Kaprawi Pemalang


Ceramah Dr.KH. Cholil Nafis pada peringatan Haul KH. Hasan Kaprawi ke-21 di Pondok Pesantren NURUL JINAN, Desa Mandiraja, Kec.Moga Kab.Pemalang, Jawa Tengah.

11 May 2015

(Vidio) Pengajian Dhuha di Baiturahman Bersama Ust Drs Muhammad Jazuli


Pengajian  Dhuha di Masjid Baiturahman Pondok Bambu Kuning Bojonggede pada Ahad 10 Mei 2015 disampaikan Ust  Drs  Muhammad Jazuli. Pengajian dhuha ini dilakukan sebulan sekali pada minggu kedua pada setiap bulannya.